Kita saudara, kita keluarga, dulu kita tak terpisahkan, melindungi satu sama lain, walau sering aku tersakiti olehmu, aku selalu sayang padamu, dulu, beberapa tahun lalu. beranjak SLTA di tahun ke-2 masalah timbul, aku yang berkepribadian pendiam, pemalu, penyendiri, bahkan hampir tak memiliki teman, fisik yang kurang indah, dan tidak begitu pandai dalam pelajaran. sedangkan dia kebalikan dari saya, ditambah pengumbar, selalu ingin tau urusan dan masalah orang lain, selalu membesar-besarkan masalah kecil dan selalu ingin diperhatikan.
hey... aku tidak bisa mengatakan langsung kepada mu jika aku sejak di tahun ke-2 kita sekolah sampai sekarang aku sangat amat benci denganmu. walau bagaimanapun kamu tetap keluargaku. dan maaf... kawan aku pun sangat amat kecewa kepada kalian dan hampir membenci kalian, karena kalian aku hancur... kalian mengerti akan ilmu itu, mengerti teori itu, namun tak kalian terapkan pada seseorang yang mengalami itu, yang sangat dekat tempatnya dengan kalian. bahkan kalian selalu mengolok-olok aku, selama beberapa tahun belakangan ini. anadai kalian tau sakitnya hati ini, tangisnya hati ini, andai kalian tau betapa diri ini ingin menyerah pada kehidupan, andai kalian tau hancurnya perasaan dalam diri ini....
aku ingin berkata sungguh kalian sangat jahat, tak punya perasaan, menghina seorang yang lemah, sungguh kalian....
Tuhan...
maafkan aku atas kata kasarku ini...