Akan seperti apa nantinya ? aku tidak tahu. Saat ini, aku tidak memiliki gambaran apapun tentang segala hal. . . . Tapi, tetang masa depanku, aku sungguh sangat hawatir, akan seperti apa. . . aku pun tak tahu. Banyak hal yang ingin aku lakukan dan ku katakan, tapi entah kenapa itu semua hanya terbendung dalam perasaan ini. 22 tahun sudah aku menjalani hidup, namun sedikitpun tak ada kata bahagia, di setiap tahap sekolahku tidakpernah aku tidak menangis. sejak dibangku sekolah dasar sampai perguruan tinggi tak pernah aku mendapatkan seorang teman, yang benar-benar tulus berteman denganku. Ya. .. . tidak 100% benar sih, masih ada 1 orang teman SD ku yang menggap aku sahabatnya. memang kita dulu pernah berjanji untuk menjadi sahabat selamanya,tidak aku sangka dia masih mengingatnya, aku kira dia sudah lupa, sampai aku tau terakhir kita bertemu beberapa hari lalu. Dan dia berkata "kangen ama my plend (dengan menyebut nama lengkapku) sahabat waktu SD" saat itu aku bener-benar senang, seakan-akan dia benar-benar mengakui aku. . .
Kamis, 14 Mei 2015
Kamis, 09 April 2015
Kekhawatiranku Adalah Kesendirian....
Bukankah sendirian . . .
sesuatu yang sudah biasa untukku ?
Tapi . . . Aku menjalin pertemanan, kupikir, aku tahu mempunyai teman itu tidaklah mudah.
Aku takut. . . hanya berfikir teman-teman menjauh dariku.
Menakutkan . . .
Namun . . .
Bahwa . . . kata itu adalah nyata.
aku . . . sendirian . . . sampai kapan. . . ??
Kotak Harapan Perjalanan . . . ?!
Seolah aku ingin melupakan mereka semua.
Tapi . . . ya, memang aku ingin melupakan semuanya, dan bahkan aku berharap aku lupaingatan akan segalanya, melupakan semua penderitaan yang mereka berikan. Memang terdengar sangat bodoh, namun mau bagaimana lagi, tidak ada alasan untukku, untuk mengingat mereka.
Jumat, 03 April 2015
I HATE U
Kita saudara, kita keluarga, dulu kita tak terpisahkan, melindungi satu sama lain, walau sering aku tersakiti olehmu, aku selalu sayang padamu, dulu, beberapa tahun lalu. beranjak SLTA di tahun ke-2 masalah timbul, aku yang berkepribadian pendiam, pemalu, penyendiri, bahkan hampir tak memiliki teman, fisik yang kurang indah, dan tidak begitu pandai dalam pelajaran. sedangkan dia kebalikan dari saya, ditambah pengumbar, selalu ingin tau urusan dan masalah orang lain, selalu membesar-besarkan masalah kecil dan selalu ingin diperhatikan.
hey... aku tidak bisa mengatakan langsung kepada mu jika aku sejak di tahun ke-2 kita sekolah sampai sekarang aku sangat amat benci denganmu. walau bagaimanapun kamu tetap keluargaku. dan maaf... kawan aku pun sangat amat kecewa kepada kalian dan hampir membenci kalian, karena kalian aku hancur... kalian mengerti akan ilmu itu, mengerti teori itu, namun tak kalian terapkan pada seseorang yang mengalami itu, yang sangat dekat tempatnya dengan kalian. bahkan kalian selalu mengolok-olok aku, selama beberapa tahun belakangan ini. anadai kalian tau sakitnya hati ini, tangisnya hati ini, andai kalian tau betapa diri ini ingin menyerah pada kehidupan, andai kalian tau hancurnya perasaan dalam diri ini....
aku ingin berkata sungguh kalian sangat jahat, tak punya perasaan, menghina seorang yang lemah, sungguh kalian....
Tuhan...
maafkan aku atas kata kasarku ini...
Langganan:
Postingan (Atom)